Ajak Masyarakat Menjadi Konsumen Cerdas Melalui SiJempol BBPOM di Yogyakarta Raih Predikat WBK tahun 2019 Kenalkan Cek KLIK di Taman Inspirasi Code BBPOM di Yogyakarta Raih Peringkat Terbaik I Pengelolaan KKP tahun 2019 SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta Raih Juara Nasional Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana BBPOM di Yogyakarta Layani Outing Class SDIT Ash Shiddiq Sosialisasi Bijak Mengkonsumsi Susu Kental Manis Satu Hal Yang Perlu Dipahami Tentang Penyebaran Virus Corona Giat Penandatangan Pakta Integritas dan Potensi Benturan Kepentingan di BBPOM di Yogyakarta Aksi Jemput Bola PBKPKS BBPOM di Yogyakarta Pengawasan takjil Ramadhan di tengah Pandemi Covid 19 Pengawasan Takjil Bulan Ramadhan bersama Tim Intensifikasi Pangan di Yogyakarta Waspada Keracunan Pasca- Lebaran Kupas Tuntas Retail Pangan Stop Gratifikasi dalam Bentuk Apapun Stop Gratifikasi dalam Bentuk Apapun

Pemantauan Pangan Beredar Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H

  • 05 Juni 2017
  • - Siaran Pers
  • 727 kali

PRESS RELEASE

Pemantauan Pangan Beredar Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H

 

Dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan ( rusak, kedaluwarsa, Tanpa Izin Edar (TIE),Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) label dan mengandung bahan berbahaya), Balai Besar POM di Yogyakarta melaksanakan intensifikasi pengawasan terhadap sarana distribusi pangan olahan (distributor, toko, supermarket, hipermarket, pasar tradisional serta pembuat/penyedia parsel).

Pengawasan dilakukan mulai tanggal 15 Mei 2017 sampai dengan 7 Juli 2017 di 5 kabupaten/kota. Sampaii dengan hari ini telah dilakukan pengawasan terhadap 54 sarana dengan hasil 11 sarana (20,37 %) Memenuhi Ketentuan (MK) dan 43 sarana (79,63 %) TMK.

Adapun temuan produk TMK sebanyak 278 item produk, dengan jumlah total 1810 kemasan meliputi 362 kemasan (20 %) produk pangan rusak, 182 kemasan  (10,06 %) produk kedaluwarsa, 997 (55,08%) produk TIE, 268 kemasan  (14,81 %) produk TMK label dan 1 item (0,0005 %) produk mengandung bahan berbahaya. Terhadap produk TMK tersebut, telah dilakukan pemusnahan untuk produk rusak / kedaluwarsa / TIE oleh pemilik, pengembalian kepada penyalur untuk produk kemasan rusak / TMK label disertai surat pernyataan dari pemilik sarana.(Nilai keekonomian temuan sebesar Rp. 37.044.865,- ).

Pengawasan terhadap sarana pembuat/penjual parsel tidak ditemukan adanya produk yang TMK.

Pada tahun 2016 selama 7 minggu pengawasan, sarana yang diperiksa 436 sarana dengan hasil 275 sarana (63,07%) MK dan 161 sarana (36,93%) TMK.

Pada tahun 2016, temuan produk TMK meliputi 770 item produk, dengan jumlah total 2875 kemasan meliputi 23,41 % pangan rusak, 29,07 % kedaluwarsa: 27,37 % TIE, 13,56% TMK label dan 7 % mengandung bahan berbahaya.(Nilai keekonomian temuan Rp 54.243.640,- ).

Untuk hasil pengawasan makanan jajanan di bulan puasa tahun 2016 di beberapa pusat penjualan makanan takjil masih dijumpai makanan yang mengandung bahan berbahaya yaitu Rhodamin B pada makanan kolang kaling, kerupuk singkong merah serta formalin dan boraks pada mie goreng.

Pengawasan terhadap produk Obat dan Makanan setelah beredar di pasaran, merupakan salah satu upaya Badan POM untuk memberikan jaminan keamanan, mutu, dan manfaat terhadap Obat dan Makanan yang dikonsumsi masyarakat.

Dihimbau kepada seluruh masyarakat agar cerdas memilih dan tetap waspada terhadap peredaran produk pangan olahan TMK melalu cek KLIK (Kemasan, Label, Ijin edar dan Kedaluwarsa)

Untuk informasi lebih lanjut hubungi Balai Besar POM di Yogyakarta telp 0274-552250, 085290057373 atau email ulpkjogja@gmail.com.

 

 

Yogyakarta, 5 Juni 2017

Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta

 

Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni Apt

captcha

Komentar Untuk Berita Ini (0)