Ajak Masyarakat Menjadi Konsumen Cerdas Melalui SiJempol BBPOM di Yogyakarta Raih Predikat WBK tahun 2019 Kenalkan Cek KLIK di Taman Inspirasi Code BBPOM di Yogyakarta Raih Peringkat Terbaik I Pengelolaan KKP tahun 2019 SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta Raih Juara Nasional Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana BBPOM di Yogyakarta Layani Outing Class SDIT Ash Shiddiq Sosialisasi Bijak Mengkonsumsi Susu Kental Manis Satu Hal Yang Perlu Dipahami Tentang Penyebaran Virus Corona Giat Penandatangan Pakta Integritas dan Potensi Benturan Kepentingan di BBPOM di Yogyakarta Aksi Jemput Bola PBKPKS BBPOM di Yogyakarta Pengawasan takjil Ramadhan di tengah Pandemi Covid 19 Pengawasan Takjil Bulan Ramadhan bersama Tim Intensifikasi Pangan di Yogyakarta Waspada Keracunan Pasca- Lebaran Kupas Tuntas Retail Pangan Stop Gratifikasi dalam Bentuk Apapun Stop Gratifikasi dalam Bentuk Apapun

Penyitaan Barang Bukti Obat Tradisional Tanpa Izin Edar (TIE)/ Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO)

  • 14 Juni 2017
  • - Siaran Pers
  • 1347 kali

PRESS RELEASE

Penyitaan Barang Bukti Obat Tradisional Tanpa Izin Edar (TIE)/ Mengandung Bahan Kimia Obat (BKO)

                                      36 item (5.476 pcs) dengan nilai Rp. 24.438.000                     

 

Pada hari Rabu tanggal 18 Januari 2016 sekitar pukul 17.00 WIB, PPNS Balai Besar POM di Yogyakarta melaksanakan penyidikan terhadap mobil yang menuju ke sebuah toko di Jl. Prambanan-Piyungan. Penyidikan dilanjutkan lagi, mobil tersebut  menuju sebuah depot jamu Jl Wonosari km 4,5, ditemukan sediaan farmasi berupa obat tradisional tanpa izin edar/ mencantumkan nomer pendaftaran fiktif dan mengandung bahan kimia obat yang disimpan dalam mobil tersebut. Selanjutnya petugas ditunjukkan tempat penyimpanan sediaan farmasi tersebut di rumah tempat tinggal yang beralamat Koang RT 09, Trimulyo, Jetis, Bantul.

Diduga TA menjual dan mendistribusikan sediaan farmasi berupa obat tradisional tanpa izin edar/ mencantumkan nomer pendaftaran fiktif dan mengandung bahan kimia obat kepada depot jamu dengan cara berkeliling menggunakan mobil.

Dilakukan penyitaan sebanyak 36 item (5.476 pcs) dengan nilai Rp. 24.438.000 berupa obat tradisional TIE/ mencantumkan nomer pendaftaran fiktif dan mengandung BKO.

Tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi  berupa obat tradisional  mengandung BKO  dan  illegal bisa dijerat dengan pasal 196 dan 197 UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman pidana kurungan maksimal 15 tahun dan denda maksimal 1,5 miliar rupiah.

Bahaya mengkonsumsi Obat Tradisional TIE/ Mengandung BKO adalah BKO yang dicampurkan ke dalam OT, biasanya dosisnya tidak terukur dan BKO yang ditambahkan tidak diketahui kondisi fisiknya apakah masih bagus atau sudah kadaluwarsa. Jika dikonsumsi secara terus menerus, akan terakumulasi dalam tubuh dan bisa membahayakan kesehatan.

Pengawasan terhadap produk Obat dan Makanan setelah beredar di pasaran, merupakan salah satu upaya Badan POM untuk memberikan jaminan keamanan, mutu, dan manfaat terhadap Obat dan Makanan yang dikonsumsi masyarakat.

 

Yogyakarta, 19 Januari 2017

Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta

Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt.

 

 

captcha

Komentar Untuk Berita Ini (0)