Ajak Masyarakat Menjadi Konsumen Cerdas Melalui SiJempol BBPOM di Yogyakarta Raih Predikat WBK tahun 2019 Kenalkan Cek KLIK di Taman Inspirasi Code BBPOM di Yogyakarta Raih Peringkat Terbaik I Pengelolaan KKP tahun 2019 SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta Raih Juara Nasional Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana BBPOM di Yogyakarta Layani Outing Class SDIT Ash Shiddiq Sosialisasi Bijak Mengkonsumsi Susu Kental Manis Satu Hal Yang Perlu Dipahami Tentang Penyebaran Virus Corona Giat Penandatangan Pakta Integritas dan Potensi Benturan Kepentingan di BBPOM di Yogyakarta Aksi Jemput Bola PBKPKS BBPOM di Yogyakarta Pengawasan takjil Ramadhan di tengah Pandemi Covid 19 Pengawasan Takjil Bulan Ramadhan bersama Tim Intensifikasi Pangan di Yogyakarta Waspada Keracunan Pasca- Lebaran Kupas Tuntas Retail Pangan

Pengawasan takjil Ramadhan di tengah Pandemi Covid 19

  • 09 Mei 2020
  • - Berita Aktual
  • 261 kali

YOGYAKARTA. Ramadhan tahun ini sangat berbeda. Jika pada bulan Ramadhan tahun sebelumnya aktivitas berjalan normal, tidak berlaku untuk kali ini. Umat muslim harus melalui bulan Ramadhan di tengah Pandemi Virus Corona atau Covid-19. Pedagang takjil dan masyarakat sebagai konsumen masih terlihat beberapa di antaranya belum mengikuti himbauan pemerintah untuk menggunakan masker dan physical distancing.

Untuk itu, Jumat 8 Mei 2020 Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta sebagai unit pelaksana teknis Badan Pengawas Obat dan Makanan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 melaksanakan kegiatan pengawasan dan KIE kepada mereka di beberapa titik di kabupaten/kota. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan, dengan tujuan untuk memastikan jajanan takjil dan pangan lainnya aman dari bahan berbahaya dan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu menjadi konsumen cerdas.

Pengawasan takjil dilakukan di 5 titik di kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul, dilakukan sampling terhadap 30 sampel ta’jil dan pengujian cepat menggunakan rapid test-kit dengan 4 parameter bahan berbahaya pada pangan, yaitu Formalin, Boraks, Methanyl Yellow, dan Rhodamin-B. Berdasarkan hasil pengujian terhadap 30 sampel ta’jil tersebut, semuanya menunjukkan hasil negatif terhadap 4 parameter tersebut dan dinyatakan memenuhi ketentuan.

Selain pengawasan, tim intensifikasi juga melakukan KIE tentang pentingnya menjaga pangan agar tetap aman, menggunakan masker selama proses jual beli dan mencuci tangan dengan sabun, untuk itu dibagikan poster, masker dan sabun antiseptik kepada pedagang.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas serta dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga di masa pandemi covid 19 ini.

 

BBPOM di Yogyakarta

captcha

Komentar Untuk Berita Ini (0)